Happy Kamper

belajar musik sejak dini

Mengenalkan musik kepada anak sejak kecil bukan hanya tentang mengajari mereka memainkan alat musik, tetapi juga membangun kecintaan yang bertahan hingga mereka tumbuh besar. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan konsisten, anak dapat belajar musik sejak dini tanpa merasa terpaksa. Musik akan menjadi bagian dari kehidupan mereka, bukan sekadar kegiatan sampingan.

Banyak musisi ternama yang tumbuh dalam lingkungan penuh musik sejak kecil. Misalnya, Gita Gutawa, penyanyi berbakat Indonesia, yang sejak dini sudah terbiasa mendengar musik dari ayahnya, Erwin Gutawa, seorang komposer ternama. Hal ini menunjukkan bahwa paparan musik di lingkungan keluarga sangat berpengaruh dalam membentuk minat anak terhadap dunia musik.

Belajar Musik Sejak Dini, Cara Menanamkan Cinta Musik pada Anak

Berikut adalah beberapa cara efektif yang bisa Mams lakukan untuk menanamkan cinta musik pada si kecil.

1. Dengarkan Musik Bersama Anak

Salah satu cara paling sederhana untuk mengenalkan musik kepada anak adalah dengan sering memutar lagu di rumah. Mams bisa memilih berbagai genre musik yang sesuai dengan usia anak, seperti lagu anak-anak, musik klasik, hingga lagu daerah yang kaya akan budaya. Dengan mendengar musik secara rutin, anak akan mulai terbiasa dan menikmati berbagai nada serta melodi.

Menurut penelitian dari National Association for Music Education (NAfME), bayi yang terbiasa mendengar musik sejak dalam kandungan memiliki respons yang lebih baik terhadap ritme dan nada dibandingkan mereka yang tidak. Ini membuktikan bahwa kebiasaan mendengarkan musik bisa membantu anak lebih cepat belajar musik sejak dini.

2. Ajak Anak Bernyanyi

Bernyanyi bersama bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus edukatif. Mams bisa mengajak anak bernyanyi saat bermain, sebelum tidur, atau di perjalanan. Lagu-lagu dengan lirik sederhana dan nada berulang sangat baik untuk melatih daya ingat serta keterampilan bahasa anak.

Penyanyi Tulus, yang kini dikenal dengan lagu-lagu bermakna dalam, pernah bercerita bahwa kecintaannya terhadap musik dimulai sejak kecil dari kebiasaan bernyanyi bersama keluarga. Ia tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kreativitasnya, sehingga menjadikannya salah satu musisi terbaik di Indonesia. Dengan kebiasaan sederhana seperti bernyanyi, anak bisa lebih percaya diri dan menikmati proses belajar musik.

3. Biarkan Anak Mengeksplorasi Alat Musik

Memberikan akses kepada anak untuk mencoba berbagai alat musik akan membantu mereka menemukan minatnya. Tidak perlu langsung membeli alat musik mahal, Mams bisa mulai dengan alat musik sederhana seperti tamborin, marakas, atau xylophone. Jika anak menunjukkan minat yang lebih serius, pertimbangkan untuk mendaftarkannya ke kursus musik anak agar ia bisa mendapatkan bimbingan dari instruktur profesional.

Mama dan Papa tentu pernah dengar Joey Alexander, pianis jazz muda asal Indonesia yang sukses di tingkat internasional. Ia mulai bermain piano sejak usia 6 tahun dan mendapat dukungan penuh dari keluarganya untuk terus mengasah kemampuannya. Kini, ia menjadi salah satu pianis termuda yang pernah dinominasikan di Grammy Awards!

4. Kenalkan Musik Lewat Aktivitas Bermain

Musik bisa lebih menyenangkan jika dikombinasikan dengan aktivitas bermain. Mams bisa mengajak anak bermain tebak lagu, membuat lagu sendiri, atau menari mengikuti irama musik. Aktivitas seperti ini tidak hanya membuat anak menikmati musik tetapi juga meningkatkan keterampilan kognitif mereka.

Misalnya, dalam acara TV anak-anak seperti Si Unyil atau Laskar Pelangi, lagu-lagu yang menyertainya sering kali melekat di ingatan anak-anak karena dikemas dengan cerita yang menarik. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak tidak akan merasa bahwa mereka sedang belajar musik sejak dini, melainkan sekadar bermain dengan cara yang menarik.

5. Jadikan Musik Bagian dari Rutinitas Harian

Memasukkan musik ke dalam rutinitas harian dapat membantu anak lebih terbiasa dan menikmati musik tanpa merasa dipaksa. Mams bisa memutar lagu saat anak sedang makan, mandi, atau sebelum tidur. Selain itu, bisa juga membuat lagu sederhana untuk kegiatan sehari-hari, seperti lagu untuk merapikan mainan atau mencuci tangan.

Anak yang terbiasa mendengar musik dalam aktivitasnya sehari-hari akan mengembangkan koneksi emosional dengan musik. Ini juga membantu mereka lebih cepat mengenali pola suara, ritme, dan nada. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan paparan musik dalam rutinitas mereka memiliki keterampilan komunikasi dan kognitif yang lebih baik. Dengan menjadikan musik bagian dari keseharian, anak secara alami dapat belajar musik sejak dini dengan cara yang menyenangkan.

6. Ajak Anak Menonton Pertunjukan Musik

Menanamkan Cinta Musik pada Anak

Mengajak anak menonton konser musik anak atau pertunjukan seni bisa membangun rasa antusiasme mereka terhadap musik. Tidak hanya konser besar, pertunjukan sederhana seperti pentas seni di sekolah juga bisa menjadi inspirasi bagi anak untuk lebih mengenal dunia musik.

Misalnya, program seperti Indonesia Mencari Bakat pernah melahirkan banyak anak berbakat di bidang musik, yang salah satunya adalah Hudson Prananjaya, penyanyi unik dengan dua suara. Melihat anak-anak berbakat tampil di panggung bisa memotivasi si kecil untuk mengeksplorasi kemampuannya sendiri dalam bermusik.

7. Berikan Buku dan Cerita Tentang Musik

Selain mendengarkan lagu, anak juga bisa belajar tentang musik melalui buku dan cerita. Banyak buku anak yang mengajarkan tentang alat musik, sejarah musik, atau bahkan kisah musisi terkenal. Membacakan buku tentang musik bisa menambah wawasan anak dan membuat mereka semakin tertarik untuk belajar musik sejak dini.

Salah satu contoh buku yang bisa dikenalkan adalah “Si Kecil dan Orkestra”, yang memperkenalkan berbagai alat musik dalam bentuk cerita. Dengan membaca buku seperti ini, anak bisa lebih memahami musik secara visual dan naratif.

8. Ikut Kelas Musik atau Grup Bermain Musik

Jika anak menunjukkan minat lebih dalam terhadap musik, Mams bisa mempertimbangkan untuk mendaftarkannya ke kursus musik anak atau grup bermain musik. Dalam kelas ini, anak akan mendapat bimbingan dari instruktur profesional serta kesempatan untuk berlatih bersama teman sebaya.

Grup seperti Gita Bahana Nusantara, yang membina anak-anak berbakat di bidang musik, telah menghasilkan banyak musisi muda yang sukses. Lingkungan yang suportif dalam kelas musik akan membantu anak lebih percaya diri dalam mengembangkan keterampilan bermusiknya.

9. Jadilah Role Model dalam Menikmati Musik

Anak-anak sering meniru kebiasaan orang tua dan lingkungan sekitarnya. Jika mereka melihat Mams menikmati musik, sering bernyanyi, atau bahkan memainkan alat musik, mereka akan menganggap musik sebagai bagian alami dari kehidupan sehari-hari. Cobalah untuk menunjukkan ekspresi positif saat mendengarkan musik atau bermain musik bersama anak.

Mams tidak perlu menjadi musisi profesional untuk menjadi role model dalam musik. Menyanyi bersama, menari mengikuti irama, atau hanya menikmati musik dengan penuh semangat dapat menjadi contoh yang baik. Dengan memberikan pengalaman positif seputar musik, anak akan lebih tertarik untuk belajar musik sejak dini dan menjadikannya bagian dari kehidupannya.

Musik adalah Hadiah Seumur Hidup untuk Anak

Musik bukan sekadar hiburan, tapi juga alat luar biasa untuk mendukung tumbuh kembang anak. Dari meningkatkan keterampilan kognitif hingga membangun kepercayaan diri, manfaat musik sangat besar bagi masa depan mereka. Dengan mengenalkan musik sejak dini, Mams bisa membantu si kecil mengeksplorasi bakat dan kreativitasnya.

Jadi, yuk dukung perjalanan musikal anak dengan cara yang menyenangkan! Selain musik, banyak aktivitas seru lainnya yang bisa Mams pilih untuk mengembangkan potensi si kecil. Temukan kelas musik dan aktivitas edukatif lainnya di Happy Kamper, tempat terbaik untuk mencari pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak!

By hkadmin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *